Kak Kemaren Kenapa Enggak Masuk?

Malam semakin larut. Mata kian mengantuk. Biasanya antara pukul 21.00 sampai 22.00 aku sudah tiba dikosan. Tapi hari ini pukul 22.45 aku masih berjalan lesu ditrotoar. Kulihat lalu lalang kendaraan masih ramai, salip menyalip berebut jalan. Terkadang aku heran, kenapa Indonesia tidak menjadi negara maju padahal kalau dijalanan orang-orangnya sangat beringas sekali. Bisa dibilang kompetitif lah. Seharusnya dengan karakter seperti itu kita bisa menyalip negara-negara lain dalam segala aspek persaingan global. Tapi nyatanya, tanpa sadar kita sering makan nasi goreng dengan cabai impor, bawang impor, kecap impor. Jangan ditanya bagaimana barang elektronik, laptop, mesin cuci, penggiling padi. Bahkan benda seperti cangkul saja hasil impor dari China. Ya sudahlah, daripada mencaci maki negara sendiri, bikin kesal sendiri. Lebih baik aku mengalihkan pikiran dengan merenungi aktivitas yang sudah dilakukan hari ini.

Aku ingat tadi pagi mengantar teman ke stasiun untuk menukar tiket yang salah pesan. Hmm, bodoh ya dia. Namanya Bams. Kemudian siangnya aku bertolak ke laboratorium hendak berdiskusi dengan tim tentang riset teori alam semesta. Aku menikmati sekali pekerjaanku yang satu ini, karena aku merasa seperti menemukan jiwa-ku. Ada keindahan alam yang tersembunyi dibalik deretan persamaan fisika dan kosmologi. Sayangnya, tapi tidak semua orang bisa melihatnya. Padahal syaratnya hanya butuh sedikit ketekunan dan rasa penasaran yang tinggi. Dan aku bersyukur melalui hobiku utak-atik persamaan matematika, Tuhan mengizinkanku untuk melihat keindahan tersembunyi itu. Selanjutnya, dari sore sampai malam aku menjalani rutinitas yang lain, yaitu mengajar bimbel atau les privat.

Sampai dikosan ternyata sudah pukul 23.15. Aku langsung ambil air wudhu hendak menyelasaikan tugas ODOJer yang belum rampung, tersisa tinggal 4 lembar lagi. Semangat!! Pukul 23.40 aku sudah menyelesaikannya. Sekitar 20 menit berikutnya aku membuka gadget untuk melihat chat yang masuk di WhatsApp dan instagram. Tentu saja, aku tidak mau menjadi manusia kudet dijaman persosmedan dan pernetizenan.

Hari sudah berganti, sekarang pukul 00.02. Kulihat sekeliling masih ada kertas berserakan dengan coretan acak dan pena tergeletak dengan tutup masih terbuka. Pertanda aku sedang frustasi karena ada hitungan yang buntu. Aku berniat merapihkannya tapi kantuk yang sejak tadi tertahan sudah tidak bisa lagi dikondisikan. Jadi aku putuskan untuk merapihkannya besok pagi saja. Segera kumatikan lampu kamar kemudian tarik selimut dan baca doa sebelum tidur.

Baru 2 menit mataku terpejam, tiba-tiba terbesit ide dikepala untuk mencoba teknik perhitungan pada risetku. Ide itu tak tertahan bagaikan mules bagi orang diare. Aku langsung bangun dan menyalakan kembali lampu kamar. Kemudian lompat menerkam pena dan kertas tadi seperti singa kelaparan. Mulai ku hitung satu demi satu, suku demi suku, persamaan demi persamaan, lembar demi lembar. Desir goresan pena dan kertas mengiringi penulisan ratusan simbol matematik ditengah malam yang sunyi. Lama sekali aku menghitung. Akhirnya sampai juga dibagian akhir. Aku bernafas lega. Pertanyaan buntu yang selama ini meresahkan kini jawabannya terpampang didepan mata. Yeaahh!!

Langkah selanjutnya yaitu mengurutkan lembaran oret-oretan dan memeriksa kembali proses hitunganku tidak keliru. Ditengah keheningan, tiba-tiba alarm berbunyi memecah konsentrasi. Aku kaget karena artinya sudah pukul 03.30. Proses menghitung tadi benar-benar membuatku lupa waktu. Aku semakin panik mengingat pagi ini ada jadwal mengajar di SMP Nufa. Ya, selain mengajar bimbel dan les privat aku juga seorang guru serabutan. Aku hawatir jika aku tidur sekarang, akan Shubuh kesiangan, jadi aku tahan.

Setelah sholat Shubuh aku lihat pukul 05.10. Aku memutuskan akan menunggu jam mengajar sambil menahan kantuk. Tapi untuk berjaga-jaga aku setting alarm jam 08.00 karena hawatir ketiduran. Setelah itu tidak ada lagi yang aku ingat. Tiba-tiba aku bangun dengan sinar matahari sudah sangat terik diluar jendela. Aku lihat jam ternyata jam 10.30. “Huwaaa…ini mah bablaass…!!”. Sembil kucek-kucek mata aku terdiam, tidak ada yang kupikirkan kecuali membayangkan kelasku kosong, kemudian terlintas wajah adik-adik yang kutinggalkan. Mungkin saja saat itu mereka sedang semangat belajar. Aku mengecewakan mereka. Hatiku semakin teriris setelah keesokan harinya dengan muka polos mereka bertanya: “Kak kemaren kenapa enggak masuk?”..

The end!!
-AKF-

Iklan
Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Kangen! 

Ada sesak dalam dada saat kulihat foto-foto di timeline tentang kita. Kulihat tanggalnya ternyata sudah dua tahun yang lalu. Begitu cepat sang waktu berlalu. Padahal dalam ingatanku masih terekam jelas sekali setiap moment dibalik pengambilan foto itu. Bahkan lebih banyak lagi moment lain yang tidak terdokumentasikan. Masih jelas sekali. Seperti baru tadi sore saja.

Ada gejolak perasan saat aku melewati tempat-tempat dimana kita sering berdiskusi. Baik diwaktu pagi, siang, sore sampai larut malam. Mulai di koridor kampus, di depan kelas, di masjid, maupun di jalan yang biasa kita lewati saat pulang kuliah atau rapat. Disana imajinasiku membayangkan gambaran dirimu ada disampingku, sedang berbicara dengan gaya yang khas. Ingatanku memutar kembali rekaman kata yang kau ucapkan. Aku ingat sekali isi pembicaraanmu, tentang nasehat, motivasi, pengalaman, kesukaan atau opini terahadap suatu masalah, yang semuanya mencerminkan pribadi dengan cara berfikir yang unik dan antimainstream. Kemudian aku mulai nyaman untuk membuka diri, keberadaanmu membuat aku tidak pernah kehilangan tempat bercerita. Seringnya obrolan kita akhiri ketika sampai dipersimpangan jalan, yang memisahkan arah kosanmu dan asramaku. Kita saling mengucapkan salam berpisah untuk hari itu, untuk bertemu kembali besok.

Hingga sampai disuatu hari, apa kau ingat? Saat kita sedang mencoba apply beasiswa bersama. Berjalan sejauh 5 km karena tidak bawa ongkos. Kita lalui dengan bercerita. Seperti biasa, banyak yang kita bicarakan. Walaupun pada akhirnya kita memutuskan tidak melanjutkan seleksi beasiswanya. Tapi tetap saja bagiku ada yang istimewa dengan hari itu. Aku mengenangnya sebagai moment terkhir kita bersama. Hari itu ternyata menutup himpunan hari-hari kita. Dibawah langit sore yang mendung, kemudian turun hujan, sampai membuat kita nginep dimasjid karena pulang kemalaman. Ingat?

Setelah hari itu sapaan ramahmu tidak ku temukan lagi, pemikiran out of the box mu tidak kudengarkan lagi. Persimpangan jalan telah mengharuskan kita berpisah. Kali ini bukan tentang arah kosanmu dan asramaku, tapi tentang arah takdir yang Tuhan gariskan untuk kita. Bedanya lagi, aku tidak tahu apakah hari esok ada kesempatan kita bertemu kembali atau tidak. Bahkan sampai hari ini, aku benar-benar tidak tahu. Malah aku tidak menyangka sekarang jarak kita sejauh ini. Keterpisahan membuat aku kangen. Padahal kita belum sempat mengucapkan salam penutup pertemuan seperti biasanya. Seandainya saja aku menyadari mendung dihari itu adalah pertanda terakhir kalinya kita dekat. Aku ingin hari itu lebih lama lagi..lebih panjang lagi..

Kini, meski takdir kita tidak saling berpautan. Meski bayangmu semakin jauh terbawa arus waktu. Biarkan aku mengenang semua tentang kita dalam larut malam, menyaksikan kita sedang mengobrol di alam bawah sadar. Biarkan aku menjaga ingatan tentangmu dalam memory. Supaya pergantian masa tidak melupakan episode terbaik antara kita. Tetaplah kita hidup dalam mimpi masing-masing. Aku berharap didepan sana ada muara takdir mempertemukan kita kembali. Aku masih ingin mengobrol lebih lama lagi..:)

AKF
Buitenzorg,  3 januari 2017 00. 12 WIB

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Bumi itu Datar atau Bulat?

planet-earthSejak awal mula perkembangan sains, orang sudah bertanya-tanya tentang bentuk Bumi. Beberapa ada yang meyakini Bumi adalah piringan pipih mengambang diatas lautan tak terbatas. Ada juga juga yang mengatakan Bumi mempunyai ujung yang berbatasan dengan alam akhirat. Bahkan ada juga yang mengatakan bumi ialah jelmaan dewa yang bentuknya seperti kura-kura. Memang pada saat itu paradigma sains masih bercampur aduk dengan kepercayaan dan mitos.

Adalah Aristoteles, filsuf Yunani yang hidup di abad ke-4 SM, menjadi orang pertama yang memberikan argumen logis tentang bentuk bumi, yakni bulat. Saat mengamati gerhana bulan ia mendapati bayangan bumi di bulan selalu bulat. Menurut Aristoteles seandainya bumi berbentuk datar atau piringan seharusnya bayangan bumi di bulan adakalanya lonjong atau elips. Selain itu para nelayan kuno sudah menyadari bentuk bumi dari pengalaman bahwa kapal pesiar dari laut lepas selalu terlihat ujung paling atas terlebih dahulu. Ini menunjukkan bahwa bumi itu bulat. Hingga akhirnya foto bumi dari luar angkaaa yang diambil NASA telah mengakhiri pertanyaan serta keraguan bahwa bumi itu bulat.

Bentuk bumi kembali menjadi bahasan yang menarik jika kita lihat dari sudut pandang Teori Relativitas Umum (TRU). Teori ini digagas oleh Albert Einstein pada tahun 1915. TRU telah menghubungkan gravitasi dengan ruangwaktu. Menurut TRU gravitasi ialah manifestasi dari kelengkungan ruangwaktu akibat eksistensi massa. Saat tidak ada gravitasi, ruangwaktu berbentuk datar, kemudian jarak terdekat antara dua titik atau geodesiknya berupa garis lurus. Tetapi lain ceritanya ketika ada gravitasi, ruangwaktu melengkung, sehingga geodesik tidak lagi lurus.

Namun, fondasi penting TRU yang perlu disadari ialah caranya melihat fenomena bergantung kerangka acuan. Apa yang kita saksikan dalam kerangka acuan kita, belum tentu sama jika dilihat dalam kerangka acuan yang lain. Akibat cara pandang ini kita mengenal dilatasi waktu dan kontraksi panjang. Intinya, pengamatan terhadap suatu fenomena bergantung dimana tempat kita melihat. Dan semuanya bersifat relatif.

Marilah kita bawa konsep ini untuk membahas bentuk bumi. Gravitasi bumi membuat ruangwaktu disekitarnya melengkung, sehingga geodesik juga melengkung. Konsep geodesik ini menjadi kunci penting. Misalnya, ada sebuah kereta penjelajah yang berjalan lurus mengikuti geodesik sampai mengelilingi bumi. Orang yang berada diluar angkasa akan melihat lintasan kereta berbentuk bulat disaat kereta mengklaim dirinya hanya mengikuti garis lurus pada bidang datar. Jadi menurut TRU bentuk bumi bisa bulat sekaligus datar.

 

@akhoirulfalah

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

PSN 2015 dan Delegasi Perdana SMAN 1 Babakan

PSNAda yang spesial di Pesta Sains Nasional (PSN) tahun ini. Frist time! untuk pertama kalinya almamater tercinta SMAN 1 Babakan ikut serta mendelegasikan siswa-siswi terbaiknya. Akhirnya ada wong dewek yang menjadi peserta kompetisi terakbar FMIPA IPB punya. Acara tahunan ini terdiri dari 8 cabang lomba (sesuai jumlah departemen di FMIPA IPB).  Kedelapan cabang lomba tersebut yaitu Kompetisi Statistika Junior (Komstat Jr), Meteorologi Interaktif (Metrik), Lomba Cepat Tepat Biologi (LCTB), Chemistry Chalengge (CC), Matematika Ria (MR), PSC (komputer), Kompetisi Fisika (KF), dan Lomba Karya Ilmiah Populer (LKIP). Pada performer perdana ini, SMAN 1 Babakan mengirim pasukannya untuk cabang Komstat jr, LCTB, CC, MR, dan KF.

Sebenarnya space waktu persiapan kami sangat mepet. Baru start di H-2 bulan (pas!).  Saat itu hari minggu pagi 14 september 2015 di tribun lapangan bola gymnasium IPB saya bersama teman-teman ‘setengah gila’ alumni Nebak (akronim Negeri Babakan) IPB sepakat untuk mengajak dan mendukung sekolah asal kita mengikuti ajang ini. Motivasinya sederhana, ingin berbagi prestasi. Kita yakin adik-adik kita memiliki banyak potensi yang terpendam. Skill mereka sudah siap menjuarai kompetisi di kancah nasional. Mereka bagai mutiara, hanya saja keterbatasan informasi sering membuat kilau cahayanya terhalang, maklum SMA pelosok. Karena itu saya dan rekan-rekan alumni bermaksud membuka jalur supaya potensi mereka tidak mubadzir.

Awalnya target tahun ini tidak muluk-muluk, hanya satu atau dua team saja sudah cukup. Karena saya pikir masih perdana, belum ada pengalaman untuk dijadikan tolak ukur dalam menyusun strategi. Belum ada gambaran apapun, semuanya serba meraba dan mengira-ngira. Yang penting asal ikut saja. Tetapi kita targetkan kompetisi ini akan menjadi langganan sekolah kita. Ditahun-tahun berikutnya baru mulai merencanakan jadi juara, tidak boleh puas hanya jadi peserta.

Setelah di infokan ke pihak sekolah ternyata respon adik-adiknya lebih dari ekspektasi, yang mendaftar sampai 21 peserta, wow luar biasa! Sebuah ‘kode’ kalau semangat berprestasi mereka sangat tinggi. Semangat mereka harus selalu di dukung. Jaman saya SMA dulu yang tertarik mengikuti lomba-lomba begini sangat sedikit, bisa dihitung jari. Ini sampai 21 peserta, kereen!

Setelah segalanya sudah di persiapkan akhirnya hari H datang juga. Jum’at 13 november 2015 rombongan Nebak bertolak dari kota udang ke kota hujan. Esok harinya, hari sabtu mereka berjuang untuk menaklukkan babak penyisihan, mengerjakan soal-soal yang bobotnya setara dengan soal-soal untuk mahasiswa. Ada perasaan haru dan bangga saat menyaksikan adik-adik sendiri bertempur diantara ribuan siswa-siswi lain dari seluruh penjuru nusantara.

Hasil penyisihan diumumkan hari minggu pagi. Dag dig dug degup jantung pagi-pagi sudah kencang sekali. Dan ternyata hasilnya kita masih perlu banyak belajar. Jagoan-jagoan terbaik dari cirebon timur ini belum waktunya lolos. Its not our trouble guys! kita sudah berjuang mati-matian, mungkin lawan kita yang terlalu tangguh. Kita dipaksa puas dengan peringkat ke-57 sebagai peringkat tertinggi yang berhasil diraih, yaitu dari team KF. Sedangkan untuk lolos ke babak final minimal harus mencapai peringkat ke-10. Oke gapapa, namanya juga baru memulai.

Memang kita semua sempat tidak puas dan kecewa. Tetapi ketidak puasan dan kekecewaan itu sekejap tergantikan oleh pengalaman luar biasa yang kita lalui dalam 3 hari terakhir. Kebersamaan yang mengesankan, meski hanya dalam waktu 3 hari. Kedekatan itu mudah sekali tercipta padahal kita belum pernah bertemu sebelumnya. Masih terekam jelas saat-saat berdesakan di KRL, terdampar di masjid, hujan-hujanan di kampus, mungkin momen-momen langka ini yang merekatkan keakraban kita. Ternyata kita menemukan arti baru yang lebih bernilai dari sekedar menjadi juara, yaitu terjalinnya sillaturrahmi. Kecee!! sambung terus yaa tali sillaturrahminya ~

Saya yakin suatu saat akan lahir juara dari sekolah kita!!

Walaupun semakin hari semakin jauh kenangan masa-masa SMA  tertinggal dibelakang sana, tetapi rasa cinta dan hasrat mengabdi untuk almamater takkan terbatasi waktu, sampai kapanpun! Insya Allah! Yeaahh~

AKF

IMG_20151121_121346[1]

Babakan!! Luar Biasa!!

IMG-20150913-WA0007

Meetup pertama, belakang gymnasium IPB 13 September 2015

 

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Tips Tidak Tidur di Pagi Hari

Tidur PagiTidur di pagi hari adalah penyakit kebiasaan yang harus dihindari. Suasana pagi yang sejuk seolah membuat koefisien gravitasi meningkat, tubuh terasa berat dan malas beranjak dari tempat peraduan. Padahal banyak sekali manfaat pagi hari yang kita lewatkan daripada hanya tidur. “Sesungguhnya pada pagi hari terdapat barokah dan keberuntungan..” begitulah sabda Nabi Muhammad saw.

Tidur di pagi hari juga berdampak buruk bagi kesehatan. Metabolisme terganggu, seharian badan lesu, kanker darah, diabetes ialah beberapa penyakit akibat kebiasaan ini. Tentu saja tidur di pagi hari juga akan membuat terlambat mengawali aktivitas. Sehingga produktivitas dan performa kerja menurun, kata pepatah jaman dulu rezekinya dipatok ayam.

Apakah anda merasa susah membuang kebiasaan ini? Izinkan saya sedikit berbagi beberapa tips untuk menghindari ‘kekacauan’ kebiasaan tidur di pagi hari.

  • Kurangi begadang

“Begadang jangan begadang.. kalau tiada artinya..

Begadang boleh saja.. kalau ada perlunya..”

(Rhoma Irama)

Keseringan begadang menjadi penyebab kurang tidur disiang harinya. Begadang juga merusak jam biologis karena siklus dalam tubuh tidak berjalan semestinya. Waktu tidur harus dijadwal dengan baik. Tidur yang teratur membantu kelancaran metabolisme dalam tubuh. Waktu ideal untuk tidur antara pukul 23.00 sampai 04.00, biasanya kalau mata kita dipaksa melek sampai melebihi jam-jam tersebut rasa kantuk akan menganggu konsentrasi dan merusak aktivitas sepanjang hari.

  • Segera mandi setelah bangun

Rasa ngantuk di pagi hari biasanya sering membuat betah berlama-lama ditempat tidur. Rasanya tidak rela nikmatnya rebahan tubuh terbenam selimut hangat harus diganti dengan aktivitas harian yang menjemukan. Padahal kenikmatan tersebut hanya kenikmatan sesaat. Kenikmatan yang membuat lalai dengan tugas-tugas dan pekerjaan, hanya buang-buang waktu saja. Untuk itu harus segera mandi setelah bangun. Karena mandi dapat membuat tubuh lebih segar dan lebih semangat menyambut hari.

  • Jauhi zona nyaman

Walaupun sudah berhasil bangun pagi dan sukses beranjak dari tempat tidur tapi terkadang sisa-sisa ngantuk masih saja menggelayuti. Melihat kasur, sofa atau karpet depan TV seolah memanggil melambai-lambai. Disaat-saat ini sangat rawan terjadi ‘kecelakaan’ tidur lagi. Supaya tidak tidur lagi maka harus jauhi tempat-tempat berzona nyaman. Menjauhlah dari tempat-tempat yang membuat kita mudah dihinggapi rasa ngantuk seperti kasur, sofa, karpet dan tempat-tempat lain.

  • Perbanyak aktivitas kinestetik

Cara lain supaya waktu pagi kita tidak terbuang sia-sia ialah dengan mamperbanyak aktivitas kenestetik. Kinestetik artinya bergerak, move!! Ada berbagai macam aktivitas kinestetik seperti melakukan gerakan-gerakan kecil peregangan, menyiram taman, membuat sarapan dll, yang penting jangan bengong apalagi mager (males gerak). Gerakan-gerakan akan mempercepat denyut jantung sehingga supply oksigen ke otak berjalan lancar dan kelopak mata tidak mudah terpejam.

  • Olah raga rutin

Olah raga rutin itu penting. Kebugaran tubuh kita perlu dijaga dengan olah raga. Biasanya orang yang sering loyo dan mudah mengantuk akibat jarang olah raga dan tidak menerapkan pola hidup sehat.

  • Minum air putih

Dehidrasi dapat menyebabkan kelelahan dan kantuk. Segeralah cukupi kebutuhan air dalam tubuh agar selalu merasa segar dan bersemangat. biasakan minum air putih setelah bangun tidur dan makan makanan yang mengandung kadar air tinggi seperti buah dan sayuran.

Pagi hari merupakan waktu yang paling produktif dimana fikiran dan tubuh masih dalam keadaan segar. Mari jauhi kebiasaan tidur di pagi hari. Udara pagi yang belum terkontaminasi polusi terlalu mubadzir jika tidak kita nikmati. Semakin pagi kita mengawali hari semakin banyak manfaat dan semangat yang didapat.

AKF

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Konstanta Kosmologi dan Blundernya Einstein

3335909360_c9e88195e2_oThis is the biggest mistake in my life..” begitulah penyesalan Albert Einstein, seorang fisikawan terkemuka abad ke-20. Ceritanya bermula saat setelah dirinya berhasil merampungkan teori relativitas umum, sebuah teori gravitasi yang sangat elengan. Einstein segera melanjutkan penelitiannya membuat model alam semesta berdasarkan teori ini. Saat itu asumsi alam semesta statik begitu kuat dan sudah mengakar dikalangan para ilmuwan sejak ratusan tahun sebelumnya. Termasuk Einstein, ia mepercayainya begitu saja tanpa mengkritisi terlebih dahulu. Ironisnya teori relativitas umum yang lahir dari pemikirannya sendiri tidak mengizinkan asumsi statik muncul secara alami, malah cenderung kontradiksi. Akhirnya Einstein memodifikasi persamaan relativitasnya dengan menambahan konstanta kosmologi supaya relativitas umum cocok dengan model alam semesta statik. Ia lebih memilih asumsi statik daripada mempertahankan keindahan natural teorinya.

Beberapa tahun kemudian muncul Edwin Hubble membawa hasil observasi tentang galaksi jauh. Ternyata galaksi-galaksi mengalami pergeseran merah seolah sedang menjauhi Bumi kita. Hubble juga mendapati bahwasanya galaksi satu sama lainnya saling menjauh. Seperti titik-titik di permukaan balon yang saling menjauh saat balon sedang ditiup. Dengan kata lain data Hubble mengisyaratkan kalau alam semesta yang kita huni sedang mengembang alias dinamis. Fakta ini langsung mengubah dan meruntuhkan pemahaman alam semesta statik yang sudah dipercaya selama berabad-abad.

Einstein yang pernah memodifikasi sifat alami teori relativitas umum merasa telah ‘merusak’ teorinya sendiri. Ini adalah blundernya Einstein. Ia sangat menyesali sampai menyatakan bahwa penambahan konstanta kosmologi adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya. Wajar, sebagai manusia biasa Eintein tidak luput dari kesalahan. Disini kita belajar bahwa kesalahan adalah sifat yang sangat manusiawi, bisa terjadi pada siapa saja termasuk ilmuwan sekaliber Einstein.

Fakta mengejutkan lain ialah ternyata alam semesta mengembang dipercepat. Karena seharusnya menurut hukum gravitasi Newton, gerakan saling menjauh itu haruslah melambat karena adanya gaya tarik-menarik antarbenda di dalam alam semesta. Sama seperti batu yang dilemparkan vertikal ke atas, geraknya makin lama makin lambat karena ketika batu itu bergerak ke atas, ada gaya gravitasi bumi yang menariknya ke bawah.

Alam semesta mengembang dipercepat diketahui dari pengamatan supernova yang terjadi di galaksi-galaksi yang sangat jauh. Supernova adalah ledakan mahadahsyat yang menandai berakhirnya riwayat sebuah bintang bermassa besar. Energi total yang dipancarkan oleh supernova dalam beberapa detik bisa setara dengan pancaran energi sebuah bintang dalam kurun waktu jutaan hingga miliaran tahun. Di dalam sebuah galaksi terdapat banyak sekali bintang, bisa mencapai ratusan miliar jumlahnya. Pada saat terjadi supernova, salah satu bintang di dalam galaksi itu meledak. Demikian dahsyatnya supernova sehingga bintang yang meledak itu tampak jauh lebih cemerlang daripada bintang-bintang lain.

Output energi supernova jenis tertentu dapat dihitung oleh para astronom berdasarkan sifat-sifat pancaran radiasinya. Supernova-supernova itu ternyata tampak lebih redup daripada yang diperhitungkan secara teoretis. Orang mungkin bisa mengatakan, jaraknya yang jauh itu membuat supernova tampak redup. Namun, meskipun para astronom sudah memasukkan faktor jarak itu ke dalam perhitungan, tetap tidak cukup untuk membuat supernova tampak seredup yang diamati. Kemungkinan penjelasannya adalah supernova itu bergerak menjauh dipercepat, artinya galaksi induknya juga menjauh dipercepat, lebih jauh lagi alam semesta mengembang dipercepat.

21242-004-6642B3F7supernova tipe Ia

Lalu apakah yang menyebabkan alam semesta mengembang dipercepat? Penelitian berikutnya menyebutkan energi gelap (dark energy) sebagai biang keladinya. Energi ini menguasai 71 persen materi di alam semesta.

Apa itu energi gelap? Bagaimana mekanisme pembentukannya? Apa hubungannya dengan materi biasa? Hukum fisika apa yang berlaku padanya? Berbagai pertanyaan mendasar itu sampai sekarang belum ditemukan jawabannya dengan pasti. Hanya sifatnya yang berlawanan dengan gravitasi yang diketahui. Kalau gravitasi bersifat tarik-menarik, energi gelap dihasilkan oleh sesuatu yang bersifat tolak-menolak. Bayangkan, misalnya, kalau gaya antara kita dengan Bumi tiba-tiba berubah menjadi bersifat tolak-menolak, maka kita akan terlontar ke angkasa, makin lama makin jauh dari Bumi. Mengerikan bukan?

Adanya energi gelap membuat persamaan relativitas umum perlu dimodifikasi. Konstanta kosmologi yang sempat dibuang kini diperkenalkan kembali. Kali ini bukan sebagai pendukung model alam semesta statik melainkan sebagai penyesuaian teori relativitas umum dengan ekspansi alam semesta yang dipercepat.

AKF

Dipublikasi di Uncategorized | 2 Komentar

Cerita Gaje

Suatu hari saya baru selesai mengajar seperti biasanya. Langit sudah gelap. Senja sudah tak terlihat. Rutinitas kuliah dari pagi sampai sore disambung mengajar bimbel sampai menjelang maghrib terasa begitu melelahkan. Ditambah derita lapar melilit perut membuat diri ini semakin menyedihkan.

Ditengah jalan tiba-tiba mendekat dua anak perempuan lusuh dan kusam, mereka memelas “kaak belum makan kaak..” Rintihannya memilukan sekali, memanggil rasa iba dalam hati nurani. Tubuh mereka yang terlihat lemah berdiri sambil menengadahkan tangan. Merasakan sendiri tidak enaknya lapar sontak membuat reaksi spontan mengeluarkan isi dompet. Entah berapa yang saya beri, saya rasa tidak banyak.

Kemudian mereka berlalu sambil menyiratkan ekspresi riang. Saya kembali berjalan, ada perasaan puas bisa sedikit berbagi dengan mereka. Alhamdulillah..

Adzan maghrib sudah berkumandang sekitar 15 menit yang lalu. Dan saya belum shalat. Segera saya hampiri musholah langgangan untuk menunaikan ibadah wajib harian ini. Selesai sholat rasa lapar semakin menyentak. Baru sadar uang untuk anak-anak dijalan tadi adalah uang terakhir. Digerogohlah seluruh isi kantong dan tas berharap ada sedikit sisa uang menyelip. Namun hasilnya nihil. Baru sadar juga kalau dari pagi belum makan, diingat-ingat terakhir makan ketika maghrib kemarin. Pantas saja perut sangat ngotot minta diisi.

Saya diam. Berfikir bagaimana bisa memenuhi salah satu hak tubuh ini. Saya pandangi setiap sudut musholah. Sempat terlintas fikiran menjijikkan ketika melihat kotak infak di pojok sana. Saya tatap kotak kecil itu setengah melamun, isinya terlihat jelas dari luar. Kembali suara perut terdengar meraung-raung mengerikan.

Seketika getar HP disaku kanan celana mengalihkan seluruh perhatian saya. Dilihat rupanya ada sms masuk. Smsnya begini “mad ke kotsan gue..” kalimat sms yang akhir-akhir ini sering sekali memenuhi inbox pesan. Sms begini biasanya datang menyebalkan tapi sekarang bagaikan seteguk air ditengah gurun pasir. Tidak salah lagi sms begini pasti dari Jali, teman sekelas asal Garut. Tanpa pikir panjang langsung saya ikuti intruksi smsnya. Kemudian masalah lapar teratasi setelah pinjem uang darinya. Makasih Jal haha.

Selesai 😀

wpid-fb_img_1425818690800.jpg

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Al Qur’an Tak Lekang oleh Waktu

love-quranPada suatu majelis pengajian ada seorang santri, sebut saja Fulan, yang bertanya kepada Ustadz.

“Ustadz, saya mau nanya, banyak dalam Al Qur’an ayat-ayat yang mengambil kalimat dari doa-doa para nabi, doa nabi Ibrahim misalnya dalam QS. Ibrahim (14): 37-41. Bukankah itu artinya Al Qur’an telah mengutip kata-kata dari nabi yang notabenenya manusia? Kalau begini apakah Al Qur’an masih disebut Kalamullah (perkataan Allah)?”

Mendengar pertanyaan si Fulan, sontak seluruh jamaah yang hadir kaget. Jelas saja, pertanyaan Fulan ini terdengar sangat radikal. Sampai-sampai teman Fulan disebelahnya mengingatkan:”eh, lu mikir gak sih, pertanyaan lu sama aja meragukan keabsahan Al-Qur’an tau..”

Sebaliknya, sang Ustadz malah tersenyum, dengan santai ia membalas:“Pertanyaan yang bagus Fulan. Kalau Fulan menganggap Al Qur’an mengutip dari kata-kata nabi, justru saya melihat para nabi lah yang mengutip Al Qur’an.”

Kini hadirin menjadi bingung tidak mengerti dengan jawaban Ustadz, si Fulan menyimak serius sambil mengernyitkan dahi mencoba memahami dengan apa yang barusan ia dengar.

“…Bahkan selain doa para nabi, Al Qur’an juga menyebutkan ucapannya Fir’aun dan orang-orang kafir lain yang membangkang, kaum ‘Aad dan Tsamud contohnya. Apakah dengan begini Al Qur’an mencontek kata-kata mereka? Kalau begitu Al Qur’an berisi ucapannya orang-orang kafir dong..”

Hadirin dan Fulan jadi tambah bingung, terdengar riuh bisik-bisik jamaah mengungkapkan kebingungannya pada teman sebelah.

“Fulan dan jamaah, yang dirahmati Allah, perlu kita ketahui bahwa jauh sebelum alam semesta ini diciptakan Al Qur’an sudah ada. Sudah diturunkan Allah swt di lauh mahfudz, diturunkan secara 30 juz sekaligus, gak pake berangsur-angsur sebagaimana kepada Rasulullah saw di dunia.

Waktu itu alam semesta belum diciptakan, apalagi para nabi, Fir’aun dan orang-orang yang ucapannya ada didalamnya. Jadi lebih logis mana? Al Qur’an yang mengikuti mereka atau mereka yang mengikuti Al Qur’an?

Jelas merekalah yang mengikuti Al Qur’an! Ucapan-ucapan itu sudah ada dalam Al Qur’an bahkan sebelum diucapkan. Dengan kata lain Al Qur’an memprediksi ucapan-ucapan mereka ini. Dan dikemudian hari itu semua terbukti benar-benar terjadi.

Nah, kalau masa lalu telah membenarkan yang disebutkan dalam Al Qur’an, seharusnya ini menjadi titik tolak bagi kita untuk mempercayai apa-apa saja yang diprediksi Al Qur’an untuk masa depan. Sebagian telah kita lihat sendiri kan, walaupun Al Qur’an diturunkan 14 abad yang lalu tapi sudah menguak fenomena-fenomena yang baru bisa diungkap oleh teknologi mutakhir masa kini.

Oleh karena itu, jika Al Qur’an mengatakan bahwa suatu saat nanti alam semesta ini akan kiamat, hancur berkeping-keping, gunung-gunung beterbangan bak kapas yang dihambur-hamburkan, itu pasti akan terjadi.

Kemudian, suatu hari nanti kita akan dikanbangkitkan, dihitung amal perbuatannya tanpa ada amal sebiji zarrah pun yang terlewat, dan diputuskan akan masuk surga atau dilempar ke neraka, itu semua pasti nyata!

Itulah Al Qur’an yang tak lekang oleh waktu. Ia memprediksi kejadian-kejadian masa lalu yang sudah terbukti kebenarannya, pun dimasa kini dan masa yang akan datang. Semua yang Al Qur’an prediksi, pasti akan terjadi. Al Qur’an adalah mukjizat terbesar Rasulullah saw, tidak ada keraguan sedikitpun di dalamnya.”

Wallahu’alam..

AKF

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , , , , | 2 Komentar

Menuju The Theory of Everything #1

UntitledAlam semesta mempunyai keteraturan yang sangat mengagumkan sekaligus menyimpan banyak misteri. Hal ini mendorong rasa ingin tahu manusia untuk mengungkap rahasia yang terpendam di dalamnya. Berbagai macam teori dihasilkan sebagai upaya untuk memahami alam semesta beserta hukum-hukumnya. Pernahkah kita membayangkan jika ada sebuah negara tanpa adanya kontitusi (UUD) yang menjadi induk semua peraturan didalamnya? Bukankah tidak mungkin? karena tanpa UUD negara tidak memiliki landasan hukum yang jelas sehingga tidak akan bisa mengatur masyarakat didalamnya.

Planet, bintang, galaksi, atom, partikel-pertikel beserta perangkat alam yang lain bekerja luar biasa sangat teratur. Jika demikian seharusnya alam semesta mempunyai hukum induk sehingga dapat dijelaskan dalam sebuah teori umum. Untuk sementara pemahaman kita pada kesimpulan ‘negatif’.

Pada dasarnya teori sains dibentuk sebagai usaha manusia untuk memahami alam, sehingga dengan memahami kita dapat memprediksi dan mengelola untuk kesejahteraan manusia. Sampai saat ini teori fisika yang digunakan untuk menjelaskan alam semesta hanya berlaku parsial. Biasanya sebuah teori sangat baik menjelaskan suatu fenomena dalam kondisi tertentu, namun ketika kondisi tersebut berubah dibutuhkan teori lain karena teori yang pertama tidak berdaya. Contohnya, hukum-hukum termodinamika sangat ampuh menjelaskan semua fenomena yang berkaitan dengan temperatur atau panas, tapi untuk penjelasan fenomena yang tidak melibatkan temperatur hukum termodinamika tidak berguna sama sekali.

Tidak ada salahnya jika kita mempertanyakan, “apakah alam semasta mempunyai aturan terpadu yang mengcover semua teori-teori fisika yang sudah ada?”

Ternyata aturan (hukum) terpadu ini walaupun belum ditemukan beberapa orang sudah menyiapkan namanya, yaitu “The Theory of Everything” (ToE). Salah satu cara untuk mendapatkan ToE yaitu dengan meunifikasi atau memadukan konsep-konsep yang sudah dibentuk. Cara ini pernah dilakukan pada tahun 1855 oleh James Clerk Maxwell untuk menggabungkan gejala kelistrikan dan kemagnetan dalam satu konsep elektromagnetisme. Keberhasilan Maxwell ini memberikan Albert Einstein inspirasi. Einstein mencoba meunifikasi lebih lanjut keempat interaksi fundamental (gravitasi, elektromagnetik, kuat dan lemah) menjadi satu formula. Namun sampai akhir hayatnya ia gagal!

Perkembangan terakhir ilmu fisika mencapai dua puncak teori tertinggi, yaitu Teori Relativitas Umum (TRU) dan Teori Kuantum. TRU menggambarkan alam semesta dari sisi hubungan antara materi dan geometri ruang-waktu (spacetime). Materi membuat ruang-waktu melengkung (curved), dan ruang-waktu membuat materi bergerak. Kombinasi geometri-materi inilah yang kita rasakan sebagai gravitasi. TRU menjelaskan interaksi pada skala makrokosmik (ukuran superbesar) misalnya peredaran planet, bintang, dan galaksi. Namun ketika kita mencoba memahami alam semesta pada ukuran mikrokosmik (ukuran superkecil) atau tingkat partikel, maka kita harus menggunakan Teori Kuantum (Mekanika Kuantum/MK). MK mendeskripsikan alam semesta sebagai superposisi dari berbagai kemungkinan. Beberapa aturan umum pada skala makro dilanggar, seperti atas-bawah, simetri kanan-kiri, dan bahkan waktu sebelum atau sesudah.

Sampai saat ini fisikawan dari seluruh penjuru dunia masih memburu sebuah teori yang akan di sebut sebagai ToE. Meunifikasi TRU dengan MK mungkin mengantarkan kita kesana, atau tidak menutup kemungkinan bahwa selama ini terdapat kekeliruan pada pemahaman kita tentang alam semesta sehingga diperlukan konsep baru yang akan mengoreksi semuanya.

Meunifikasi TRU dengan MK bukan pekerjaan yang mudah. Diperlukan perhitungan matematika tingkat tinggi dan penelitian yang terus menerus. TRU membuka gambaran tentang gravitasi sangat elegan sehingga mampu meramalkan adanya fenomena yang sulit dijangkau akal seperti black hole, alam semesta mengembang, dan big bang. Akan tetapi gravitasi adalah fenomena yang paling sulit disentuh oleh MK. Padahal gravitasi merupakan salah satu jenis interaksi fundamental sedangkan tiga interaksi fundamental lain telah berhasil ‘ditundukkan’ oleh MK. Dari sini antara TRU dan MK terlihat “tidak akur”.

bersambung…

@akhoirulfalah

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Ruang Merekam Waktu

tttRuang dan waktu adalah bagian dari alam semesta yang tidak terpisahkan. Kita berada didalamnya dan terpenjara dalam realitas yang dibawanya. Semua kejadian dan fenomena kehidupan selalu melibatkan ruang dan waktu. Misalnya, Ir. Soekarno memproklamasikan kemerdekaan RI di Jakarta pada tanggal 17 Agustus 1945. Jakarta merupakan entitas ruang sedangkan 17 Agustus 1945 merupakan entitas waktu. Ruang memaknai konsep disana-disini-disitu sedangkan waktu memberi pengertian dulu-sekarang-nanti.

Setiap benda yang bergerak mengalami perubahan posisi pada ruang dalam selang waktu tertentu. Besaran yang mengukur perubahan ini disebut kecepatan. Contohnya, bola tendangan Cristiano Ronaldo melaju dengan kecepatan 130 kilometer perjam dan kereta shinkansen bergerak dengan kecepatan 300 kilometer per jam, artinya dalam waktu satu jam bola tendangan CR dapat menempuh jarak 130 kilometer dan kereta shinkansen mencapai 300 kilometer. Setiap benda dapat bergerak dengan kecepatan berbeda-beda. Namun menurut Teori Relativitas Einstein cahaya adalah sesuatu yang bergerak paling cepat, kecepatannya mencapai 300.000 kilometer perdetik. Tidak ada benda yang bergerak melebihi kecepatan cahaya. Kecepatan cahaya adalah batas maksimum kecepatan setiap benda.

Coba bayangkan kita sedang berada di malam hari yang cerah, terlihat bintang-bintang bertebaran menghiasi pemandangan langit malam yang indah. Jika kita perhatikan lebih seksama, ada bintang yang berwarna kemerahan, kekuningan, putih bersih, kebiruan dll, yang menunjukkan bahwa bintang mempunyai warna (magnitudo) berbeda. Berikutnya ada bintang yang terang benderang tetapi ada yang redup kusam hampir tak menyala. Sebenarnya semua bintang tersebut seukuran matahari (jari-jari 695.800 kilometer) bahkan tidak sedikit yang lebih besar. Tapi karena jaraknya jauh bintang-bintang itu hanya terlihat titik-titik saja.

Disudut langit yang lain kadang kita melihat gumpalan bintang-bintang kecil menyerupai kabut bercahaya, membentang dari utara ke selatan. Itulah galaksi bimasakti. Kumpulan miliaran bintang yang membentuk spiral, kita ada didalamnya, tepatnya disalah satu lengan spiralnya. Diketahui bahwa diameter bimasakti tiga ratus juta juta juta meter (tiga diikuti sembilan belas nol dibelakangnya). Sebuah angka yang sangat besar. Ternyata bimasakti bukanlah satu-satunya galaksi di alam semesta kita. Ada ribuan, jutaan bahkan miliaran galaksi yang berukuran sama tersebar diluar angkasa sana. Bisa dibayangkan betapa luar biasa besar ruang di jagad raya ini.

Untuk itu pada skala sangat besar ukuran jarak biasanya dinyatakan dalam satuan tahun cahaya, yaitu jarak yang ditempuh cahaya dalam satu tahun. Karena jika masih menggunakan kilometer atau meter akan sangat menyusahkan. Misalnya diameter bimasakti yaitu 100.000 tahun cahaya, penyebutan ini lebih sederhana daripada yang diatas.

Kita ambil contoh lain, jarak bintang alfa centauri yaitu 4 tahun cahaya. Artinya butuh waktu 4 tahun bagi cahaya dari bintang tersebut untuk sampai ke kita. Cahaya yang kita lihat saat ini dipancarkan 4 tahun yang lalu. Begitupun dengan bintang aldebaran yang jaraknya 65 tahun cahaya. Cahaya yang kita lihat saat ini dipancarkan 65 tahun yang lalu. Jadi langit yang sedang kita lihat sebenarnya gambaran alam semesta dimasa lalu. Kita tidak tahu saat ini apakah bintang-bintang itu masih ada atau tidak, karena cahaya yang kita lihat dipancarkan puluhan, ratusan, atau ribuan tahun yang lalu (tergantung jarak bintangnya).

Dari uraian diatas bisa disimpulkan pada dasarnya ruang dapat merekam waktu. Ruang bisa menjadi memory waktu. Semua fenomena yang terjadi terekam dalam ruang. Misalnya kelahiran kita 20 tahun silam, sebenarnya dapat dilihat dari tempat yang berjarak 20 tahun cahaya dari bumi. Karena ditempat itu penampakan bumi masih 20 tahun yang lalu. Begitupun proklamasi kemerdekaan RI 69 tahun yang lalu bisa dilihat dari tempat yang jauhnya 69 tahun cahaya. Termasuk awal peradaban manusia 10.000 tahun yang lalu, bisa dilihat pada jarak 10.000 tahun cahaya. Ruang menyimpan sejarah karena ruang merekam waktu!

Apakah hal ini berlaku pada Bigbang? Konon Bigbang yang merupakan fenomena kelahhiran alam semesta terjadi 13 milyar tahun yang lalu, apakah kita bisa melihatnya dengan mengamati objek yang jaraknya 13 milyar tahun cahaya? Kemudian selain momen-momen yang sudah terjadi apakah kita bisa melihat yang belum terjadi alias masa depan? Tunggu postingan-postingan saya selanjutnya.

@akhoirulfalah

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar